Jumlah Pengunjung :
13,834,469
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


Dirjen Perbendaharaan: Ngapain Aja Selama Setahun?
Rabu, 18 Januari 2012 | Oleh: redaksi (Media Center Ditjen Perbendaharaan) | 6308 x dibaca

Liputan Evaluasi Penyerapan DIPA T.A. 2011 dan Langkah-langkah Persiapan Pelaksanaan DIPA T.A. 2012 Satuan Kerja Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta
Jakarta, perbendaharaan.go.id Direktur Jenderal Perbendaharaan Agus Suprijanto melakukan evaluasi penyerapan DIPA Tahun Anggaran (TA) 2011 bersama Satuan Kerja (satker) lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (17/1), di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta. Masalah klasik pencairan anggaran mendapat perhatian serius dari Agus Suprijanto.

Dihadapan para pejabat eselon II dan para pengelola perbendaharaan di lingkungan satker, Agus Suprijanto menyayangkan tabiat satker dengan pola pencairan anggaran yang menumpuk di akhir tahun anggaran. Menurut pantauannya, ada tagihan yang sudah selesai di awal tahun, namun pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) dari satker tetap saja dilakukan di bulan Desember. “Ngapain aja selama setahun?” ujar Agus berseloroh.

Lebih lanjut Agus mengingatkan para satker dari kementerian/ lembaga untuk lebih serius dalam pelaksanaan anggaran di tahun 2012. Penyerapan anggaran satker lingkup DKI Jakarta sangat signifikan membawa dampak bagi perekonomian nasional. “ 60 persen kinerja Pemerintah Pusat ditentukan Bapak-Ibu sekalian, karena hampir 60 persen belanja pemerintah pusat dilakukan di KPPN lingkup  Jakarta,” dirinya mengingatkan para satker.

DIPA 2012Agus sangat fokus mendorong proporsionalitas proses pelaksanaan anggaran dengan rencana penarikan dana bagi setiap satker. Rencana penarikan dana yang disusun secara sistematis diharapkan dapat dilaksanakan dengan disiplin, sehingga membantu proses perencanaan kas secara nasional. Selanjutnya, perencanaan kas yang baik akan menunjang kualitas pengelolaan kas pemerintah.

Berbagai kendala turut menjadi bahan perhatian Agus. Sampai-sampai kendala kemacetan khas Jakarta pun tidak luput dari perhatiannya. “Bila kemacetan Jakarta menjadi kendala, kami akan tambah dua armada layanan KPPN Mobile, sehingga menjadi tiga. Kurang apalagi fasilitas yang kami berikan?” tuturnya.

Untuk mendisiplinkan satker dalam melakukan pencairan anggaran, Dirjen Perbendaharaan telah menyiapkan penyempurnaan berbagai aturan. Tampaknya beberapa aturan akan semakin diperketat, salah satunya adalah pembatasan jumlah SPM yang masuk di akhir tahun anggaran. Hal itu dilakukan guna merangsang kinerja pelaksanaan anggaran yang proporsional sepanjang tahun.


Oleh: Tim Media Center Perbendaharaan

Berita Berita Terkini Lainnya

Staff Ahli Menkeu Bidang TI : “…sekarang kita sudah mulai bisa melihat tujuan kita di ujung cakrawala. ...”.
UPAYA PEMAHAMAN PERKEMBANGAN KEBIJAKAN FISKAL DAN EKONOMI TERKINI KEPADA SEMUA KOMPONEN DI DAERAH
Komisi XI DPR-RI Gali Informasi Reformasi Birokrasi di KPPN Bengkulu
Enterprising the Government Menjadi Ruh PK BLU
Pemeliharaan TIK Melalui Peningkatan Kompetensi Pemeliharaan Jaringan dan Komputer

Komentar Pengunjung

kantor bayar
2012-01-21 20:13:04, - oleh : nanang maharani
salah satu hal yang perlu dipikirkan juga adalah,, kantor bayar 60 persen berada di jakarta.. hal ini kurang sehat,, karena volume kerja kppn jakarta tentunya overload di banding jumlah pegawai yang menangani pembayaran 60 persen dari total Belanja Pemerintah Pusat. Kedua peredaran uang secara nasional berada di jakarta sebanyak 60 persen, kurang baik bagi pemerataan pembangunan.. Untuk itu perlu adanya evaluasi Belanja pemerintah pusat yang kegiatannya ada di daerah dapat dibayarkan di kantor bayar/KPPN daerah..ini akan membantu percepatan pemrosesan SPM yang dilakukan oleh satker dan pemrosesan SP2D oleh KPPN.. Dan juga berdampak pengurangan resiko salah bayar... semoga masukan ini dapat membantu salah satu faktor rendahnya penyerapan anggaran.


Reward n Punishment
2012-01-18 09:28:23, - oleh : Saor Silitonga
Reward n punishment yang nyata, terukur, dan berkesinambungan...harus segera kita pikirkan. Tanpa pendekatan sedemikian...rasanya kita hanya teriak di padang pasir aja Pak. Beri tanggung jawab lebih kepada satker yang mau berjerih lelah. Satker yang bersikap santai...yahhhh..santai aja anggaran yang dipercayakan. Tentu saja pendekatan standar seperti sosialisasi atau dorongan seperti yang disampaikan Pak Dirjen dalam berbagai even, tetap perlu ditempuh. semoga.


Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2013 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia