
Liputan Training Service Exellence KPPN Surakarta
Surakarta, perbendaharaan.go.id - “Janganlah berhenti pada satu titik kulminasi, kita senantiasa melakukan Continuous Improvement untuk memberikan pelayanan yang excellence. S3 (senyum, salam, dan sapa. red) merupakan tiga kata sering kali sulit dilakukan namun akan mudah ketika sering berlatih dan terus mencoba,” demikianujar Asri Isbandiah Hadi Kepala KPPN Surakarta dalam sambutannya ketika membuka training service excellence pada hari Sabtu, (12/5) di Aula Gedung KPPN.
Kegiatan ini tak hanya diikuti oleh seluruh pegawai, melainkan juga petugas security, mengingat perannya yang tak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban namun juga sebagai pemberi informasi awal bagi mitra kerja pelanggan yang datang ke ruang layanan.
Kegiatan ini dipandu oleh narasumber professional Rudi Christianto dari Bank BNI ’46 Cabang Surakarta. Rudy menyampaikan bahwa untuk membangun sebuah layanan yang prima, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk merubah paradigma dan dilakukan secara konsisten dengan adanya: Knowledge, Skill, Habit, dan Attitude.
Sementara itu dalam lanjutannya dijelaskan bahwa guna mewujudkan layanan yang prima maka syarat utama layanan harus terpenuhi yang mencakup : Tangible, Emphaty, Responsiveness, Realibility, dan Assurance.
Tangible, berarti layanan akan terwujud apabila didukung dengan penampilan petugas layanan yang rapi, bersih dan ramah, Penataan ruangan yang baik dan kebersihan service area diantaranya meja kerja tersedia alat tulis dan hanya dipergunakan untuk` meletakkan kertas-kertas kerja yang akan diselesaikan pada hari itu.
Emphaty, mempunyai makna sebagai pelayan kita harus mempunyai rasa emphaty terhadap customernya . Untuk menumbuhkan rasa emphaty maka kita harus bisa menggali kebutuhan pelanggan, mampu memberikan solusi yang sesuai, dan menghargai pelanggan.
Responsiveness, tanggapi kebutuhan pelanggan dengan cepat, tepat dan akurat. Keluhan-keluhan pelanggan harus segera kita berikan solusinya dan jangan membiarkan permasalahan menjadi berlarut-larut tanpa ada suatu kepastian.
Realibility, output layanan yang diberikan harus dapat dipertanggung jawabkan (sesuai yang dijanjikan), dan tidak melakukan kesalahan.
Assurance.tanamkan kepercayaan kepada pelanggan , bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Penjelasan materi tidak hanya searah dari narasumber, namun berlangsung sangat interaktif karena langsung dilakukan role play bagaimana petugas front office menerima tamu dan bagaimana sekretaris menerima dan menyampaikan telepon serta bagaimana menangani complain dari mitra kerja.
Pada sesi terakhir, Rudy menyampaikan bahwa guna mendukung tercapainya motto KPPN Surakarta “Layanan KPPN Surakarta selalu PINTAR (Profesional, Integritas, Tangguh, Amanah, dan Ramah), maka hanya ada tiga kata kunci yang harus dilakukan yakni dengan berlatih, berlatih, dan berlatih serta melakukan perbaikan terus menerus serta perlu kiranya dilakukan standarisasi layanan lingkup Ditjen Perbendaharaan.
Oleh: Kontributor KPPN Surakarta