
Liputan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Retur SP2D di KPPN Sampit
Sampit, perbendaharaan.go.id. Membangun kemitraan dengan semua pihak telah menjadi komitmen KPPN Sampit agar mampu menyajikan layanan prima. Satuan kerja dan bank adalah di antara pihak-pihak yang sering bersentuhan dengan layanan KPPN. Munculnya Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan no.SE-19/PB/2012 juga menjadi sarana untuk mempererat jalinan kemitraan.
Mengawali hari kerja, Senin, tanggal 16 Juli 2012, bertempat di aula KPPN Sampit telah diadakan Sosialisasi Surat Edaran tentang Penggunaan Aplikasi Retur SP2D tersebut. Bank-bank di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur yang menjadi mitra kerja KPPN Sampit hadir tepat waktu sehingga acara berjalan sesuai rencana.
Memulai acara dengan memberi sambutan, Kepala KPPN Sampit Irwan Wahyu Basuki menggarisbawahi bahwa dengan adanya Aplikasi Retur SP2D ini bukan berarti menghilangkan retur sama sekali, tetapi diharapkan penatausahaan retur SP2D akan dapat dilaksanakan dengan lebih tertib administrasi.
Kegiatan sosialisasi ini sendiri dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) sehingga ada komunikasi dua arah yang lebih hidup. Kepala Seksi Bank/Giro Pos Eko S. Utomo mendapat kesempatan pertama berbicara mengawali diskusi.
Hingga saat ini retur SP2D masih menjadi permasalahan di hampir semua KPPN, mungkin hanya jumlah SP2D-nya saja yang berbeda. Retur bisa disebabkan salah nomor rekening, nama, alamat, atau sebab lainnya. Sudah barang tentu tujuan utama sosialisasi adalah memberi pemahaman kepada bank selaku mitra kerja dalam menggunakan aplikasi retur SP2D. Kasi Bank/Giro Pos menambahkan jika nanti aplikasi retur sudah digunakan, maka akan mempercepat pembayaran dana retur sehingga proses penatausahaan retur menjadi lancar, dan selanjutnya mempermudah pengawasan dalam penyelesaian dana retur itu sendiri.
Nampaknya masing-masing bank punya pengalaman berbeda dalam menyelesaikan retur sehingga dengan antusias mereka memaparkan cara-cara meminimalisasi retur. Saking semangatnya saling adu argumentasi seputar retur, nampak sekali nuansa persaingan bisnis dengan menunjukkan kelebihan masing-masing.
Yang menggembirakan, meskipun bank-bank ini bersaing dalam bisnis, namun di akhir diskusi ada komitmen di antara mereka sebagai satu tim dalam mengemban tugas negara di bawah koordinasi KPPN Sampit. Antarbank akan selalu berkomunikasi untuk mengurangi retur.
Sebelum acara ditutup, Teddy Tajudin dari Seksi Bank/Giro Pos menjelaskan detail aplikasi serta mendemonstrasikan penggunaan aplikasi retur SP2D. Semoga jalinan kemitraan ini semakin meningkatkan kinerja KPPN Sampit menuju layanan prima.
Oleh: Eko Setiyo Utomo (KPPN Sampit)