Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Jumlah Pengunjung :
18,787,626
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


KPPN Mataram Tingkatkan Service Excellence dan Quality Assurance
Selasa, 20 Nopember 2012 | Oleh: redaksi () | 1062 x dibaca

Liputan Service Excellence dan Quality Assurance di KPPN Mataram
Mataram, perbendaharaan.go.id -
KPPN Mataram melaksanakan Pelatihan Service Excellence dan Sosialisasi Quality Assurance Sabtu (20/10), di Hotel Jayakarta, Senggigi. Dalam kesempatan tersebut, KPPN Mataram mengundang lima orang narasumber dari pihak Bank Mandiri Cabang Cakranegara Mataram. Sebagai Bank yang memiliki predikat Bank dengan pelayanan terbaik selama lima tahun berturut-turut, Bank Mandiri diharapkan dapat memberikan saran dan tips kepada pegawai KPPN Mataram dalam meningkatkan pelayanan prima kepada stake holder yang dilayani. Adapun Sosialisasi Quality Assurance disampaikan oleh Kasubbag Umum KPPN Mataram.

Sebelum sosialisasi dimulai, panitia menyuguhkan peserta sosialisasi dengan cuplikan film “Kita vs Korupsi”. Cuplikan film pendek dalam tayangan tersebut diharapkan menjadi inspirasi untuk terus memerangi korupsi sebagai bentuk komitmen para pegawai terhadap reformasi birokrasi dan memahami bahwa korupsi dimulai dari hal – hal kecil, serta dapat bersama-sama mencegahnya dengan memulai menghindari perilaku koruptif dimulai dari diri sendiri.

Sosialisasi diawali dengan sambutan yang disertai pembukaan secara resmi oleh Kepala KPPN Mataram, Bambang Hartono. Dalam sambutannya, ia menuturkan agar setiap personil KPPN Mataram selalu berupaya meningkatkan pelayanan prima kepada stakeholder dan terus mengedepankan etos kerja yg baik dengan tetap menjunjung Nilai-nilai Kementerian Keuangan.

Memulai penyampaian materi, narasumber memaparkan definisi, pentingnya dan tujuan akhir dari excellence service. “Semangat Pagi!! Sukses Luar Biasa!!” ujar Herlin dengan semangat selaku narasumber dari Bank Mandiri. Peserta menjawab dengan salam serupa sembari mengepalkan tangan penuh antusias. Seluruh peserta tampak bersemangat mengikuti pelatihan ini ditandai dengan aktifnya para peserta. Beragam ekspresi dan pertanyaan timbul dari tiap peserta dalam kegiatan ini.

“Bagaimana cara menghadapi costumer yang nyatanya salah tapi masih ngotot?? Bukankah batas kesabaran kita sebagai manusia ada batasnya juga??”ujar salah satu peserta sebagai bentuk pertanyaan kepada narasumber.” Saudara boleh tegas tapi tidak kasar,” timpal Narasumber. “Inilah bentuk service excellence” lanjutnya.

Menurut narasumber, setiap pelayanan pada dasarnya melibatkan dua dimensi, yaitu: dimensi prosedur yang mencakup kebijakan, praktik, system dan prosedur yang harus dilakukan dalam memberikan pelayanan, serta dimensi personal yang mencakup kemampuan, sikap dan perilaku pemberi layanan pada saat berinteraksi dengan costumer. Hal inilah yang menjadi dasar dalam rangka pelayanan kepada stake holder. Kita diupayakan untuk terus memegang teguh peraturan yang telah ditetapkan serta tetap menjalin komunikasi yang baik kepada setiap orang.

Pelatihan Service Excellence ini diwarnai dengan games dan pemberian souvenir kepada peserta yang aktif selama acara berlangsung. Selain itu, Narasaumber melaksanakan Role Play Service Excellence. Dibantu oleh beberapa peserta sosialisasi, dipraktekanlah pelayanan prima kepada costumer. Diawali dengan senyum, salam dan sapa serta diakhiri layanan dengan ucapan terimakasih adalah pesan yang dapat diambil dari Role Play tersebut. Hasil kegiatan Role Play ini sangat diharapkan dapat diimplementasikan secara baik setelah acara ini selesai.

Acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Pelaksanaan Quality Assurance yang disampaikan oleh Kasubbag Umum KPPN Mataram, Roso Edy Sucipto. Banyak pelajaran serta penambahan pengetahuan penting yang dapat diambil dari sesi ini. Materi yang disampaikan meliputi, PP 53/2010 dan Perka BKN 21/2010 – Disiplin PNS; PP 32/1979 (terkait tindak pidana); PP 37/2004 (larangan berpolitik );PP 10/1983 jo PP 45/1990 (pernikahan); PP 24/2011 ( putusan BAPEK);PP 4/1966 (pemberhentian sementara);PMK No.124/PMK.09/2011 (Metode Penentuan Jenis Hukuman Disiplin); PMK 77/2008 (bantuan hukum di Kementerian Keuangan); PMK 103/2010 serta KMK 149/2011 (Whistleblowing system Kementerian Keuangan); dan PMK 214/2011 tentang penegakan disiplin terkait TKPKN.

Menjadi poin penting dalam Sosialisasi Quality Assurance reformasi birokrasi Kementerian Keuangan tidak lain adalah penegakan disiplin dari setiap pegawai di Ditjen Perbendaharaan.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pegawai memiliki pemahaman yang baik terhadap ketentuan penegakan disipilin serta diharapkan pula tidak ada lagi pelanggaran disiplin di KPPN Mataram khususnya dan di Ditjen Perbendaharaan pada umumnya.


Oleh: F. Lagalima – Kontributor KPPN Mataram

Berita Nusantara Lainnya

Sosilisasi dan Pembentukan Forum Komunikasi BLU/ BLUD Se-Sumatera Utara
Komitmen Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah: “ 2015…….. GO AKRUAL…….GO WTP…..”
“Training 50 SKPD Kabupaten Bangka tentang Transaksi Akuntansi Akrual sesuai dengan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung”
Gubernur Provinsi Bengkulu Apresiasi Pelayanan Ditjen Perbendaharaan
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel Jalin Komunikasi dengan Pemda Setempat Melalui Forum Bersama Pengelola Keuangan
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2014 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia
FECHAR