Direktorat Jenderal Perbendaharaan | Departemen Keuangan
Rubrik : Berita Terkini
Terus bekerja, Tidur Jam Sebelas Bangun Jam Tiga
Publikasi: Kamis, 23 Desember 2010

Liputan Pelaksanaan Akhir Tahun Anggaran 2010
Jakarta, perbendaharaan.go.id –
Penumpukan penyerapan anggaran yang dilakukan Kementerian/ Lembaga pada bulan Desember terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Keadaan tersebut mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak optimal. Bahkan pelaksanaan proyek-proyek terkesan ‘kejar tayang’. Berbagai upaya sistematis telah dilakukan oleh Kementerian Keuangan dengan harapan hal tersebut tidak akan terulang di tahun anggaran berikutnya.

Pelaksanaan Akhir Tahun Anggaran di KPPN Jakarta II
Suasana riuh bergemuruh di ruang Front Office (FO) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II. Ruang tunggu penuh sesak oleh satuan kerja (satker), menunggu antrian pengajuan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS), Senin (20/12). Mereka membawa setumpuk berkas SPM yang memang pada hari itu batas pengajuan terakhirnya.

Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo meninjau langsung suasana khas akhir tahun anggaran tersebut. Herry Purnomo ingin memastikan bahwa saat-saat krusial tersebut dapat dilewati dengan lancar, tanpa kendala. Selain itu, kedatangan Dirjen Perbendaharaan tersebut sekaligus memberi spirit bagi segenap jajaran KPPN Jakarta II dalam melaksanakan tugas yang cukup berat itu.

KPPN Jakarta II merupakan KPPN dengan beban kerja yang sangat tinggi. Separuh APBN dicairkan melalui kantor tersebut. Jumlah total pagu mencapai 593 triliun. Sampai dengan batas akhir pengajuan SPM-LS (20/12), realisasi anggaran mencapai 81%.

Memasuki bulan Desember, para satker telah datang sejak dini hari untuk antri. Petugas keamanan setempat menuturkan, sejak pukul 03.00 WIB para satker telah berdatangan untuk antri, meskipun loket antrian FO belum dibuka.

akhir tahun 2010Sebanyak 28.534 Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) diterbitkan KPPN Jakarta II sejak tanggal 1 hingga 20 Desember 2010. Kepala KPPN Jakarta II, yang sementara ini dijabat oleh Kabid Pembinaan Perbendaharaan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DKI Jakarta, Bambang Nugroho menuturkan bahwa pada masa rawan seperti ini, dia mewanti-wanti agar seluruh jajarannya agar tetap berpedoman pada aturan, meski kelak akan dinilai kaku.

Bambang juga menceritakan bahwa dirinya bersama pegawai lain tidur di kantor semenjak pelaksanaan akhir tahun anggaran. Hal itu dilakukan Bambang demi menjaga moril para pegawai untuk tetap semangat dan bertanggung jawab dalam bekerja.

Sementara itu Kepala Seksi Pencairan Dana I, Sudirman mengatakan, “Teman-teman (para pegawai, red) terus bekerja sampai tidur di Kantor. Mereka tidur jam 11.00, kemudian bangun jam 03.00 untuk melanjutkan pekerjaan,” ujarnya.

Kepala Seksi Pencaiaran Dana II, Abu Said Maha pun mengaminkan keadaan itu. “Teman-teman hanya beranjak dari tempat untuk makan dan shalat. Sebetulnya ada beberapa orang yang kelelahan hingga sedikit terganggu kesehatannya, tapi mereka tetap semangat bekerja, mungkin perlu dipertimbangakan suplemen khusus.” Ungkapnya.

Pelaksanaan Akhir Tahun Anggaran di KPPN Samarinda
Sementara itu, keadaan KPPN Samarinda pada awal sampai medio Desember 2010 disesaki oleh para stakeholder (mitra kerja red.) yang akan mengajukan permintaan dana pada akhir tahun anggaran 2010. Lonjakan pengunjung mulai terasa pada minggu kedua Desember 2010 dan puncaknya pada hari Senin ini (20/12). Berdasarkan pengamatan terdapat lebih dari seratus orang yang datang pada hari Senin (20/12) dan jumlah itu hampir merata sepanjang bulan Desember 2010 ini.

Jarak yang jauh tidak menjadi halangan para stakeholder untuk mengunjungi KPPN pada hari-hari terakhir pengajuan ini. Seperti yang dialami Ferry MP Tambunan. Ferry adalah bendahara Kantor Pelabuhan Sangatta. Untuk sampai di KPPN, dia harus menempuh perjalanan darat sekitar 160 km dari kantornya di Sangatta Kabupaten Kutai Timur. “Saya sudah menginap satu malam di Samarinda” katanya.

Pada tanggal 20 Desember 2010 saja jumlah SP2D yang telah diterbitkan sebanyak 624 dengan jumlah nominal sebesar Rp 58.588.876.862,-. Untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri telah diterbitkan SP2D sebanyak 24 dengan jumlah nominal sebesar Rp. 59.100.962.862,-. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sampai dengan tanggal 29 Desember 2010 yang merupakan batas akhir penerbitan SP2D LS.

Sementara itu, dari tanggal 1 sampai dengan 20 Desember 2010 telah terbit SP2D sebanyak 5.619 dengan jumlah nominal sebesar Rp. 409.019.918.945,- termasuk didalamnya SP2D untuk gaji bulan Desember 2010 dengan jumlah nominal kotor sebesar Rp. 42.767.029.430,-. Sampai berita ini diturunkan, telah terealisasi dana APBN sebesar Rp. 2.611.436.659.023,- dari total dana sebesar Rp. 2.954.690.642.500,-. Dengan persentase sebesar 88,38 %.

Kepala KPPN Samarinda, Widoyoko Sapto Putro memberikan perhatian lebih terhadap proses akhir tahun ini. Selain mengadakan sosialisasi tentang langkah-langkah akhir tahun, juga telah dibentuk satuan tugas (satgas). Satgas ini bertugas untuk memonitor pelaksanaan akhir tahun dari mulai hal-hal terkecil seperti pengadaan supplies komputer sampai pengaturan petugas front office. Satgas ini dinilai efektif dalam menunjang kelancaran akhir tahun. Semoga Niat KPPN Samarinda untuk mengakhiri tahun anggaran 2010 dengan sukses dapat tercapai dan proses pelayanan berjalan lancar dan memuaskan semua pihak.



Oleh : Novri H.S Tanjung – Media Center Ditjen Perbendaharaan
Vina Eriyandi – Kontributor Samarinda

Direktorat Jenderal Perbendaharaan : http://www.perbendaharaan.go.id/new
Versi Online : http://www.perbendaharaan.go.id/new/?pilih=lihat&id=2531