Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Jumlah Pengunjung :
18,845,265
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


SPAN, Ekspektasi Besar Kementerian Keuangan
Kamis, 30 September 2010 | Oleh: redaksi () | 3489 x dibaca

Jakarta, perbendaharaan.go.id – Reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan terus berjalan tak kenal henti. Dua aspek penting dalam keberhasilan sebuah proses reformasi digarap dengan sungguh-sungguh. Aspek sumber daya manusia dan sistem.

Sebagaimana telah sering diberitakan, bahwa Kementerian Keuangan tengah membangun system pengelolaan keuangan negara yang terintegrasikan yang disebut dengan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), System Perbendaharaan dan Anggaran Negara. Sebagai ruh reformasi, SPAN tidak akan pernah berjalan tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang handal. Oleh karenanya, untuk mengiringi perkembangan pembangunan SPAN yang akan berlakukan pelaksanaannya tahun 2012, Ditjen Perbendaharaan menyelenggarakan kegiatan konsultasi dengan Price Waterhouse Coopers (PWC) yang dikemas dengan judul Kick Off Meeting Change Management and Communication SPAN, Senin, 28-9-2010 di Jakarta.

“Kick Off Change Management And Communication ini menjadi tepat karena manusia adalah aset yang sangat berharga dari suatu organisasi,” kata Herry Purnomo. “Sebaik apapun system dan IT-nya tidak akan member arti apa-apa jika organisasi dan SDM-nya tidak siap merubah mindset, perilaku dan etos kerja,” tambah Direktur Jenderal Perbendaharaan ini saat membuka acara mewakili Menteri Keuangan.  

SPAN yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Keuangan ini tidak akan dapat berjalan dan sukses jika tidak didukung oleh semua pihak.

“Dibutuhkan dukungan yang kuat dari seluruh stakeholder,” kata Herry Purnomo. “Ada tiga pilar yang menjadi kunci keberhasilan dari SPAN, yaitu Bussines Process Improvement (BPI), Integrated It System, dan Change Management and Communication (CMC),” lanjut orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan.

Acara Kick Off CMC tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Country Director Worldbank, Delegasi Federal Treasury of Russia, perwakilan Negara donor, tim Reformasi Penganggaran dan Perbendaharaan Negara (RPPN) serta beberapa pejabat eselon II dan III Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan.

Menyinggung tentang SPAN, Direktur Jenderal Perbendaharaan menjelaskan bahwa SPAN merupakan satu sistem yang terintegrasi. Mulai dari perencanaan (RKA-KL) sampai dengan proses pelaporan keuangan pemerintah pusat. “SPAN itu dapat dijadikan sebagai core system dari pengelolaan keuangan Negara, baik untuk sisi penerimaan maupun sisi belanja,” kata Herry Purnomo.

Terdapat perubahan sangat mendasar pada sistem pengelolaan keuangan Negara jika SPAN ini diberlakukan. Perubahan tersebut meliputi business process improvement yang dilakukan terkait dengan peningkatan fungsi pengelolaan kas (cash management), penerapan akuntansi basis akrual (accrual accounting), peningkatan system pembayran, manajemen penerimaan serta peningkatan dalam system dan mekanisme pelaporan keuangan dan manajerial.

Sedangkan integrasi system dilakukan dengan menerapkan single database yang didukung dengan enterprise resource planning (ERP) dan Commercial of The Shelf (COTS).

“Change management and communication yang saat ini dilakukan kick off-nya sangat perlu dilakukan untuk mempersiapkan organisasi dan sumber daya manusia agar sanggu dan mampu menjalankan seluruh inisiatif perubahan ini, yang bermuara pada peningkatan kinerja pengelolaan keuangan Negara,” jelas Dirjen Perbendaharaan.

Kepada PWC yang sudah ditunjuk konsultan CMC, Dirjen Perbendaharaan berpesan agar pekerjaan konsultasi di SPAN ini tidak hanya dijadikan sebagai ‘another project of PWC’, karena pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Keuangan mempunyai ekspektasi besar terhadap keberhasila SPAN.

“Kegiatan ini berkaitan dengan pembangunan system implementasi di bidang anggaran. Dengan demikian deliverable kegiatan konsultasinya tidak bersifat umum, namun harus sesuai dengan karakteristik pengembangan proyek system implementasi, IT dan business process project,” kata Herry Purnomo dalam sambutannya.

“Tim Leader, Subject Matter Expert yang diajukan pada saat bidding agar dapat on board sesuai dengan waktu-waktu yang telah dijadwalkan serta berkonsentrasi penuh dalam melakukan pekerjaan project ini, karena tingkat kesulitan dan kompleksitas SPAN project sangat tinggi,” tambah beliau lagi.

Di samping itu, Dirjen Perbendaharaan juga berpesan agar PWC memperhatikan muatan local ke-Indonesiaan dan karakteristik birokrasi atau lembaga pemerintah, sebab objek CMC tersebut adalah human resource. “PWC agar memiliki tim yang kuat dan memahami local wisdom tersebut,” pinta Herry Purnomo. “Saya harap PWC memahami kerangka umum dan pokok-pokok peraturan di bidang kepegawaian,” sambungnya.

Kick off Change Management and Communication sudah dilaksanakan. Bola sudah mulai bergulir. Untuk dapat mencapai tujuan, mencetak goal ke gawang, semua pemain harus memiliki pemahaman, pengertian dan sikap yang sama.

“Saya berharap semoga melalui kick off ini kita memiliki pemahaman dan sikap yang sama, yaitu berubah, kita bisa,” kata Dirjen Perbendaharaan, Herry Purnomo menutup sambutannya.


Oleh      : Bambang Kismanto, Tino A. Prabowo dan Sugeng Wistiono – Media Center Perbendaharaan

Berita Berita Terkini Lainnya

Semangat Baru Kerja Kemenkeu Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
BLU Integrated Online System : a step to accelerate modernization
Dirjen Perbendaharaan: “Jadilah Insan Perbendaharaan yang Mempunyai Nilai”
Kanwil DJPBN Prov. Maluku Termotivasi Melaksanakan Kinerja Optimal
Berkerjasama dengan BI, Kanwil DJPBN Prov. Sulsel menghimpun informasi strategis

Komentar Pengunjung

harapan itu makin nyata
2010-10-16 10:38:10, - oleh : edy nasrudin (kppn atambua)
Tidak hanya Kemenkeu RI secara organisasi saja yang memiliki harapan besar thd SPAN, namun individu yg ada di dalamnya (khususnya djpb-ner) memiliki harapan itu juga, harapan yang kian nyata terlihat dan smg masih mendapat kesempatan dariNya utk dpt merasakan aura SPAN...


Mengutip Peter Senge "if you dontlearn you dont chage, if you ndont change you will d
2010-10-13 07:54:13, - oleh : Ronny Assa Widyaiswara Balai D
Bangga terhadap eks almamater dengan konsep-konsep perubahannya. Namun ijinkan saya menyampaikan usul (boleh dipertimbangkan, boleh juga ditolak). Sebagai widyaiswara kemenkeu, mau tidak mau kami adalah corong dari segala bentuk kebijakan kemenkeu (terutama DJPB/DJA). Sbg corong, kami perlu updating. Memang kami dpt baca pelajari melalui berbagai fasilitas media yg tersedia, namun alangkah indahnya bila mendapatnya dari tangan-tangan pertama decision maker-nya. Usulan konkritnya, bila ada Sosialisasi, etc bentuk kebijakan baru (SPAN misalnya), bolehkan para widyaiswara (at least yg eks DJPB/DJA) ikut dilibatkan sebagai peserta?


Duta Perubahan dan Duta Reformasi
2010-10-04 09:22:34, - oleh : Kletus Letu (Kanwil NTT)
Marilah kita satukan tekad untuk menjadi Duta Perubahan dan Duta Reformasi Birokrasi di tempat kerja kita masing-masing........Angin Perubahan dan angin reformasi birokrasi harus berhembus dari Sabang sampai Merauke dan dari Sangir sampai ke Rote NTT.


Aktor utama perubahan adalah kita semua
2010-09-30 16:49:03, - oleh : edy santoso
Bravo.. Ditjen PBN. Semoga semua pegawai DJPBN dapat menjadi object sekaligus subject perubahan untuk DJPBN yang lebih baik.


Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2014 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia
FECHAR