Jumlah Pengunjung :
18,346,017
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


Ditjen Perbendaharaan menuju Transformasi Kelembagaan
Kamis, 17 Maret 2011 | Oleh: redaksi () | 4834 x dibaca

Liputan Rapimnas Ditjen Perbendaharaan
Jakarta, perbendaharaan.go.id - Direktorat Jenderal Perbendaharaan baru saja usai menggelar RapatPimpinanNasional (Rapimnas) pertama pada tahun 2011. Rapimnas ditutup secara resmi oleh DirjenPerbendaharaan, Agus Suprijanto, Selasa (15/3), di Jakarta.
Rapimnas ini merupakan kali pertama bagi Agus Suprijanto bertatap muka dengan seluruh jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, semenjak dirinya dilantik menjadi Dirjen Perbendaharaan. Tidak hanya pejabat eselon II dan eselon III dari Kantor Pusat, Kepala Kanwil dan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dari seluruh Indonesia turut hadir dalam kesempatan tersebut. Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi dan koordinasi internal yang lebih solid.
Agus Suprijanto mengapresiasi kinerja Dirjen Perbendaharaan terdahulu. Menurutnya, Mulya P. Nasution telah berhasil melakukan reorganisasi  Ditjen Perbendaharaan, termasuk lahirnya paket Undang-undang Keuangan Negara. Pada masa Herry Purnomo, Ditjen Perbendaharaan berhasil melakukan Reformasi Birokrasi, dengan berbagai prestasi yang telah diraih. Sedangkan, Agus Suprijanto saat ini akan membawa Ditjen Perbendaharaan menuju Transformasi Kelembagaan.
Transformasi Kelembagaan yang akan dilakukan Ditjen Perbendaharan adalah pengejawantahan program Kementerian Keuangan. Sebelumnya, Menteri Keuangantelah mencanangkan program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan sebagai sebuah agenda besar untuk mewujudkan Kementrian Keuangan yang unggul, terintegrasi dan berkelas internasional.
RAPIMNASMenteri Keuangan dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan, bahwa Kementerian Keuangan harus bertransformasi untuk meninggalkan sekat-sekat sektoral, namun harus lebih berorientasi pada proses bisnis yang terintegrasi, berbasis pada teknologi informasi dan sumber daya manusia yang unggul.
“Sebagai insan DitjenPerbendaharaan, kita harus siap mengartikulasikan transformasi kelembagaan tersebut, dan harus semakin mampu melakukan penajaman fungsi treasury,serta harus dapat menempatkan posisi dan peran pengelolaan perbendaharaan Negara diantara pengelolaan keuangan negara yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Untuk itu, kita harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita,” ujar Agus Suprijanto dihadapan para peserta Rapimnas.
Di samping program Transformasi Kelembagaan Agus Suprijanto akan memberikan perhatian yang lebih pada program capacity building. Menurutnya, Capacity building bukan sekedar training saja, namun merupakan sebuah proses pembentukan dan pengembangan seluruh kapasitas sumber daya organisasi secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.Dukungan SDM yang andal dan berintegritas menjadi sebuah modal dasar bagi Ditjen Perbendaharaan dalam melakukan perubahan. Dukungan SDM juga yang akan menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan penyempurnaan organisasi.
Sebagai konsekuensi logis dari pencapaian program Tranformasi Kelembagaan, tugas Direktorat Jenderal Perbendaharaan di masa depan semakin berat untuk mengemban visi dan misi Kementerian Keuangan. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan sinergi yang kuat pada seluruh jajaran pimpinan Ditjen Perbendaharaan;
Ditjen Perbendaharaan memiliki posisi yang penting dan strategis dalam pengelolaan APBN dan menjamin tercapainya tujuan kebijakan fiskal Pemerintah. Oleh karena itu Ditjen Perbendaharaan perlu melakukan pergeseran sistem pelaksanaan tugas ke arah yang lebih stratejik.

Serah Terima Jabatan Direktur Jenderal Perbendaharaan
Pada Penghujung rangkaian kegiatan Rapimnas itu, diadakan acara serah terima jabatan Direktur Jenderal Perbendaharaan secara simbolis. Serah terima jabatan dilakukan oleh Herry Purnomo selaku Dirjen Perbendaharaan terdahulu, kepada Agus Suprijanto selaku Dirjen Perbendaharaan yang baru.
RAPIMNASMalam itu juga dilakukan acara pisah sambut bagi pejabat Ditjen Perbendaharaan. Selain pergantian pucuk pimpinan, dua pejabat eselon II lingkup Ditjen Perbendaharaan dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan dan Staf Ahli Menteri Keuangan. Sedangkan satu pejabat eselon II lainnya memasuki masa purna tugas.
Para pejabat yang dilepas oleh Ditjen Perbendaharaan disuguhi pentasan tetrikal yang bercerita tentang fase-fase perubahan organisasi Ditjen Perbendaharaan. Selain cinderamata, para pejabat yang dilepas oleh Ditjen Perbendaharaan mendapat kenang-kenangan buku berjudul “Seikat Gumam, Selarik Inspirasi”. Buku tersebut adalah catatan sejarah perubahan dalam bentuk cerita, prosa, puisi, dan karya kreatif lainnya. Buku tersebut diilhami oleh kejadian nyata yang dibuat oleh insan Perbendaharaan dari seluruh wilayah Indonesia.



Halaman Foto 01
Halaman Foto 02
Halaman Foto 03
Halaman Berita



Oleh : Novri, Tino dan Sugeng – Media Center Ditjen Perbendaharaan

Berita Berita Terkini Lainnya

Strategy Cascading Refresh Training Ditjen Perbendaharaan Tahun 2014
Pengelola TIK Ditjen Perbendaharaan Menjadi “The Man Behind The Gun”
Sekretaris Ditjen Perbendaharaan: "Sebanyak 1.683 paket pekerjaan pengadaan barang/jasa, dengan total pagu sebesar Rp284,57 milyar di laksanakan di tahun 2014."
Piagam Borneo, Menyatukan Tekad dan Komitmen Bersama
Dirjen Perbendaharaan: Ditjen Perbendaharaan mendapat predikat risk defined atau risk maturity level 3 dari 5 level."
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2014 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia