Jumlah Pengunjung :
14,063,489
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


Dari Pita Hitam sampai Banner Besar di Front Office
Kamis, 12 Januari 2012 | Oleh: redaksi (Media Center Ditjen Perbendaharaan) | 18086 x dibaca

Jakarta, perbendaharaan.go.id Jajaran pegawai Ditjen Perbendaharaan benar-benar meradang. Beraneka ekspresi kegeraman diperagakan oleh para pegawai Ditjen Perbendaharaan dalam menanggapi vonis bersalah pengadilan tipikor atas dua rekannya, Agus Imam Subegjo dan Erfan Suhartanto. Beragam cara mereka lakukan untuk melampiaskan kegusarannya. Berbagai media mereka gunakan untuk menorehkan rasa gemasnya terhadap putusan hakim yang jauh dari spirit keadilan.

Coba perhatikan pesan yang ditulis dengan tinta putih pada selembar besar kain hitam yang terpampang di front office KPPN Palu dan KPPN Bandar Lampung: “MOHON MAAF, MULAI HARI INI KAMI TIDAK MEMBERI TOLERANSI, KARENA SAUDARA KAMI TELAH MENJADI KORBAN PELAYANAN KAMI YANG SEPENUH HATI. DUKA KAMI UNTUK SAUDARA KAMI, AIS DAN ERFAN”. Atau yang terpasang garang di front office KPPN Banda Aceh: “LAYANAN TERBAIK KAMI BERUJUNG PADA PENJARA. DUKA KAMI UNTUK REKAN AIS & ES”. Terdapat ilustrasi timbangan keadilan yang berat sebelah di sana, ketika tergambar KPPN kalah oleh perampok uang negara.

Ada juga emblem bergambar tangan dengan jari-jari membuka bertuliskan “STOP KRIMINALISASI PETUGAS KPPN”. Pun ada yang berilustrasi pita hitam dengan pesan “DJPBN BERDUKA. SUPPORT AIS & ES, THEY’RE CLEAN!!!”. Atau pesan solidaritas seperti “SAVE OUR KPPN”.

Di beberapa unit kerja keprihatinan cukup ditunjukkan dengan mengikatkan atau menyematkan pita hitam di lengan, seperti yang dilakukan di KPPN Gorontalo dan beberapa unit kerja di kantor pusat, bahkan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) BUMN. Sepertinya, satu hal yang hendak disampaikan oleh para pegawai Ditjen Perbendaharaan itu, yaitu bahwa vonis bersalah untuk Agus dan Erfan adalah penafian terhadap pelayanan sepenuh hati yang selama ini mereka berikan. (Gambar/Foto silahkan scroll ke bawah)

Hendy, Bambang, Novri, Sugeng, dan Tino (Media Center Ditjen Perbendaharaan)


























































1 1 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1


Berita Berita Terkini Lainnya

Lima Pejabat Eselon III diLingkungan Ditjen Perbendaharaan Menduduki Jabatan Baru.
UAT adalah Penentu Apakah SPAN Dapat Berlanjut atau Tidak
Staff Ahli Menkeu Bidang TI : “…sekarang kita sudah mulai bisa melihat tujuan kita di ujung cakrawala. ...”.
Komisi XI DPR-RI Gali Informasi Reformasi Birokrasi di KPPN Bengkulu
UPAYA PEMAHAMAN PERKEMBANGAN KEBIJAKAN FISKAL DAN EKONOMI TERKINI KEPADA SEMUA KOMPONEN DI DAERAH

Komentar Pengunjung

Haruskah kita diam?
2012-07-26 16:00:51, - oleh : agus budianto
Saudara-saudara seiman, haruskah kita berdiam diri atas Kejaliman.. mari kita berpegang teguh atas keadilan, mari kita saling bahu membahu untuk membela kebenaran.
marilah kita dukung teman kita AIS dan Erfan .
Jangan berdiam diri . Jangan jadi orang yang lemah. cari SOLUSI AGAR KEADILAN ITU ADA.


Puisi : SEUNTAI EMPATI UNTUK AIS & ES
2012-02-06 15:34:20, - oleh : m.haris (kppn sinjai-sulsel_
Puisi : SEUNTAI EMPATI UNTUK AIS ES

Dunia Perbendaharaan seolah berguncang
Saat mendengar vonis yang dijatuhkan untukmu
Ketika algojo pemegang hukum
Mengetuk palu kekuasaannya tanpa peduli keadilan

Ada bimbang menerawang
Ada kecewa melanda jiwa
Ada kesal mengganjal
Ada pilu merasuk kalbu
Ada tanya meraba-raba
Rekayasa apalagikah ini?

Yang hadir saat revolusi birokrasi kita tegakkn
Ketika pengabdian kita utamakan
dan pelayanan kita unggulkan
Haruskah teman kami yang jadi korban
dari sebuah ketimpangan
Sementara sumber kejahatan terbebaskan?
Inikah harga dari sebuah layanan ynggulan?

Kawanku AIS ES kalian adalah tumbal ketidakadilan
Yang harus bertahan melawan kezoliman
Orang lain yang makan nangka dan kalian kena getahnya
Namun engkau bukanlah insan-insan durjana yang pengecut

Kalian adalah pejuang bahkan pahlawan
sebuah keadilan
Sungguh hati kami merasuk merambah kepastian
Akankah kebenaran tertimbun oleh kesewenang-wenangan?
Padahal kejelian hukum belum maksimum?

Sudikah kita menyaksikan pembiaran terus terjadi membenam etika dan moral,
mencabik rasa kemanusiaan?

Kita adalah satu yang selalu setia berkarya
Dan tidak untuk dihina oleh siapa-siapa
Ayo kawan kita galang kekuatan
untuk tegakkan keadilan di sela pengabdian
bagi bangsa dan negara

Tegarlah Saudaraku, sebab Tuhan sungguh
Maha adil
Mari terus berdoa memohon kepastian-Nya
Dari kebutaan nurani insan hukum
yang mati rasa
Yakinlah kawan ..pimpinan kita di atas sana
tidak berpangku tangan
Teru...teruslah berjuang sobat
sebab kami besertamu selalu
Dan Tuhan selalu senyum untuk kita

(dibacakan pertama kali pada Malam Penutupan Bimtek Aplikasi KPPN 2012 angk.II di Ciloto, tgl.27 Januari 2012 yg dihadiri Direktur DSP)


pelayanan prima
2012-01-25 15:05:45, - oleh : monalisa
telah banyak prestasi yg djpbn gulirkan
telah banyak pula yg kita korbankan
korban perasaan para pegawai senior yang dipindahkan ke kanwil
dst
kini jatuh pula korban AIS dan ES, dan tidak menutup kemungkinan jatuhnya korban2 yg lain

aihh inikah harga yg harus dipertaruhkan untuk sebuah kata pelayanan prima


pelajaran, hikmah dan mengapa
2012-01-24 14:12:19, - oleh : syaiful hadi
mengapa? mengapa? mengapa? terjadi dengan kejadian ini mari kita ambil pelajaran, hikmah dan faedah apa yang dapat kita petik!!, kepada rekan-rekan DJPBN mari kita berjuang bersama jangan terlena oleh janji-janji yang meninabobokkan, terapkan betul SOP dan Tidak ada TOLERANSI tapi........ hem..hem.. aaaahhhhh... bagaimana ya?. Hanya Allah semata yang tahu dan karma tidak hanya terjadi di akhirat namun ada juga di dunia!! INGAT ITU!! wahai kepada para insan yang terlibat dalam peristiwa ini sadarlah...


apa yang terjadi ......
2012-01-13 14:49:15, - oleh : Budi Susilowati
Apa yang terjadi dengan hukum di negeri ini?, rasanya tidak adil mendengar keputusan itu, Alangkah miris melihat nasib teman kita betapa mereka sudah bekerja sepenuh hati, bekerja hingga larut pun mereka selalu jalani, inikah buah kerja tanpa pamrih mereka?.... dengan kejadian ini menjadi PR besar untuk bapak2 pimpinan kita...
apakah ini berarti satker belum siap menerima tanggung jawab wewenang sebagai ordonansering?, atau karena pihak satker terlalu dimanjakan?.......

Yakinlah Pa Erfan dan Pa Ais bahwa Allah SWT kuasa atas tiap2 sesuatu.


1 | 2 | 3 | 4 | Next »
Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2013 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia